Besi Nako atau as (square bar) adalah sebuah besi yang mempunyai bentuk kotak, biasanya dipakai untuk pengaman teralis jendela. Besi nako juga dikenal dengan sebutan virkant. Dahulu sebelum besi nako digunakan menjadi pengaman pada teralis jendela, ternyata besi nako sudah dipakai pada jendela kaca yang bisa dibuka dan ditutup. Jadi besi nako memang sudah digunakan semenjak lama, namun baru-baru ini nama besi nako menjadi populer dengan kehadiran produk-produk bertema minimalis.
Jual as kotak di jakarta,wa 081319823277
As Kotak Stainless Steel 201 & 304 Stainless Steel adalah baja yang dikenal dengan baja tahan karat.Hal ini karena karena Stainless steel tidak hanya terbuat dari baja saja,melainkan campuran antara Besi,Silicon,Nikel,Mangan,krom,Karbon dan juga molybdenum.
Berikut ukuran yang kami sediakan : (Tebal x Lebar x Panjang)
5mm
x
5mm
x
6000mm
1 1/8″
x
1 1/8″
x
6000mm
6mm
x
6mm
x
6000mm
30mm
x
30mm
x
6000mm
8mm
x
8mm
x
6000mm
1 1/4″
x
1 1/4″
x
6000mm
10mm
x
10mm
x
6000mm
1 3/8″
x
1 3/8″
x
6000mm
12mm
x
12mm
x
6000mm
1 1/2″
x
1 1/2″
x
6000mm
1/2″
x
1/2″
x
6000mm
40mm
x
40mm
x
6000mm
15mm
x
15mm
x
6000mm
1 5/8″
x
1 5/8″
x
6000mm
5/8″
x
5/8″
x
6000mm
1 3/4″
x
1 3/4″
x
6000mm
3/4″
x
3/4″
x
6000mm
1 7/8″
x
1 7/8″
x
6000mm
20mm
x
20mm
x
6000mm
2″
x
2″
x
6000mm
7/8″
x
7/8″
x
6000mm
1″
x
1″
x
6000mm
As Kotak Kuningan
Jual kuningan
Berikut ukuran yang kami sediakan : (Tebal x Lebar x Panjang)
MORTAR NUSANTARA merupakan produk Semen instan untuk Perekat Bata Ringan (Ex. Hebel), Plasteran, Acian, Plaster + Acian Finish (Reinder), Perekat Keramik Multi Fungsi (Tile Adhesive) & Skim Coat (Acian Beton). Kami menawarkan dengan kualitas yang terbaik dan jaminan mutu yang kuat, dengan harga yang cukup kompetitif. untuk itu kami mengajak Bapak dan Ibu untuk dapat menggunakan Produk MDU MORTAR NUSANTARA saat membangun atau merenovasi bangunan anda.
JENIS JENIS SEMEN
Sesuai dengan kebutuhan pemakai, maka para pengusaha industri semen berusaha untuk memenuhinya dengan berbagai penelitian, sehingga ditemukan berbagai jenis semen.
Semen Portland
Water proofed cement
Semen Putih
High Alumina Cement
Semen Anti Bakteri
Oil Well Cement (OWC)
Semen Campur
SEMENT PORTLAND (OPC)
Semen portland diklasifikasikan dalam lima tipe yaitu :
1. Tipe I (Ordinary Portland Cement)
Semen Portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratn khusus seperti yang dipersyaratkan pada tipe-tipe lain.
Tipe semen ini paling banyak diproduksi dan banyak dipasaran
2. Tipe II (Moderate sulfat resistance)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang. Tipe II ini mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland Tipe I. Pada daerah–daerah tertentu dimana suhu agak tinggi, maka untuk mengurangi penggunaan air selama pengeringan agar tidak terjadi Srinkege (penyusutan) yang besar perlu ditambahkan sifat moderat “Heat of hydration”. Semen Portland tipe II ini disarankan untuk dipakai pada bangunan seperti bendungan, dermaga dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana proses hidrasi rendah juga merupakan pertimbangan utama.
3. Tipe III (High Early Strength)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan yang tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilai C3S nya juga tinggi. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam umur 7 hari semen Portland tipe III ini kekuatannya menyamai beton dengan menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari
4. Tipe IV (Low Heat Of Hydration)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah. Penggunaan semen ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan dengan volume yang besar, seprti bendungan, dam, lapangan udara. Dimana kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan diusahakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan cracking (retak). Pengembangan kuat tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat lambat jika dibanding semen portland tipe I
5 Tipe V (Sulfat Resistance Cement)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Semen jenis ini cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti : air laut, daerah tambang, air payau dsb
WATER PROOFED CEMENT
Water proofed cement adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “Water proofing agent”, dalam jumlah yang kecil seperti : Calcium, Aluminium, atau logam stearat lainnya.Semen ini banyak dipakai untuk konstruksi beton yang berfungsi menahan tekanan hidrostatis, misalnya tangki penyimpanan cairan kimia.
WHITE CEMENT (SEMEN PUTIH)
Semen putih dibuat umtuk tujuan dekoratif, bukan untuk tujuan konstruktif. Pembuatan semen ini membutuhkan persyaratan bahan baku dan proses pembuatan yang khusus, seperti misalnya bahan mentahnya mengandung oksida besi dan oksida manganese yang sangat rendah (dibawah 1 %).
HIGH ALUMINA CEMENT
High Alumina cement dapat menghasilkan beton dengan kecepatan pengersan yang cepat dan tahan terhadap serangan sulfat, asam akan tetapi tidak tahan terhadap serangan alkali. Semen tahan api juga dibuat dari High Alumina Cement, semen ini juga mempunyai kecepatan pengerasan awal yang lebih baik dari semen Portland tipe III. Bahan baku semen ini terbuat dari batu kapur dan bauxite, sedangkan penggunaannya adalah antara lain :
Rafractory Concrette
Heat resistance concrete
Corrosion resistance concrete
SEMEN ANTI BAKTERI
Semen anti bakteri adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “anti bacterial agent” seperti germicide. Bahan tersebut ditambahkan pada semen Portland untuk “Self Desinfectant” beton terhadap serangan bakteri dan jamur yang tumbuh. Sedangkan sifat-sifat kimia dan fisiknya hampir sama dengan semen Portland tipe I. Penggunaan semen anti bakteri antara lain :
Solatube merupakan tabung solar yang sistem kerjanya meneruskan cahaya matahari ke dalam
tabung reflektor, dipantulkan dan masuk ke dalam ruangan. Cahaya yang masuk ke dalam ruangan benarbenar
berasal dari cahaya matahari bukan cahaya listrik buatan. Namun, solatube ini hanya dapat
merefleksikan cahaya matahari ke dalam ruangan tanpa bisa diatur intensitas kuat cahaya yang masuk ke
dalam ruangan tersebut. Sehingga ada kalanya cahaya yang masuk ke dalam ruangan terlalu kuat atau
terlalu terang. Maka salah satu solusi yang dapat digunakan ialah dibuatlah suatu plat pada solatube
sehingga intensitas kuat cahaya yang masuk ke dalam ruangan dapat diatur dan kontroler yang digunakan
ialah kontrol PID berbasis mikrokontroler.
Solatube yang digunakan merupakan solatube hasil rancangan
sendiri sehingga berbeda dengan solatube yang ada dipasaran pada umumnya. Dalam proses pengaturan
kuat cahayanya mikrokontroler yang sudah dikontrol dengan PID akan mengendalikan driver motor dan
driver akan menggerakkan motor sehingga plat akan bergerak sesuai dengan yang diperintahkan. Sensor
yang digunakan untuk mendeteksi kuat cahaya ialah sensor Light Dependent Resistor atau LDR. Pada
solatube ini set point yang digunakan adalah sebesar 150 Lux dan apabila dikonversikan ke dalam tegangan
yakni sebesar 3,68 v, jadi apabila cahaya yang terdeteksi oleh sensor kurang dari set point maka plat akan
bergerak membuka namun apabila kuat cahaya yang dideteksi oleh sensor lebih dari 150 Lux maka plat
akan bergerak menutup.
Green buildingatau bangunan ramah lingkungan memiliki kontribusi menahan laju pemanasan global. Menitikberatkan pada penghematan air dan energi dengan menggunakan energi terbarukan, green buildingmenjadi tren dunia bagi pengembangan properti saat ini. Tidak seperti masyarakat di negara maju yang sudah sangat dekat dengan energi terbarukan, Indonesia cenderung lemah di sektor energi terbarukan. Terbukti dengan masih didominasinya PLTU dengan bahan bakar batubara dengan porsi sebesar 63,8% hingga tahun 2022 ke depan, berdasarkan Keputusan Menteri 4092 perihal Pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Listrik (RUPTL) PT. PLN dari tahun 2013.
Energi surya atau matahari merupakan salah satu energi terbarukan yang telah dimanfaatkan dan dieksploitasi dengan tepat, guna menyediakan konsumsi energi dunia saat ini. Meskipun sumber energi tersebut melimpah dan terbarukan, kepemilikan teknologi Indonesia yang masih rendah menjadi penghambat dalam pengaplikasiannya. Selain energinya dapat dikonversikan menjadi energi listrik, energi dari cahaya yang dipancarkan (foton) matahari menjadi hal yang vital bagi makhluk hidup. Malah, energi ini seakan menjadi sesuatu yang harus dibayar mahal karena keberadaannya yang sejatinya gratis malah tergantikan dengan cahaya yang berasal dari lampu listrik, notabene energinya berasal dari energi fosil batubara. Energi cahaya yang semestinya menerangi seluruh penjuru dunia, seakan mubazir dengan keberadaan gedung-gedung berkaca yang menggunakan energi tak terbarukan baik malam maupun siang hari.
Jika dihitung-hitung dengan ilmu fisika bangku SMA, bagi anda yang familiar dengan hukum Stefan-Boltzman (Energi kalor yang dipancarkan setiap luas permukaan benda, berbanding lurus dengan pangkat empat suhu mutlaknya) dengan mudah memprediksi betapa banyaknya energi yang dapat dipanen dari bintang tata surya ini. Bayangkan, 173.000 Terawatt energi menumbuk bumi dengan jatah 112.000 Gigawatt untuk Indonesia setiap waktunya, bersama sebuah unit energi bernama foton atau gelombang elektromagnetik. Angka ini mencapai 10.000 kali dari kebutuhan energi dunia.
Kayu lapis atau sering disebut tripleks adalah sejenis papan pabrikan yang terdiri dari lapisan kayu (veneer kayu) yang direkatkan bersama-sama. Kayu lapis merupakan salah satu produk kayu yang paling sering digunakan. Kayu lapis bersifat fleksibel, murah, dapat dibentuk, dapat didaur ulang, dan tidak memiliki teknik pembuatan yang rumit. Kayu lapis biasanya digunakan untuk menggunakan kayu solid karena lebih tahan retak, susut, atau bengkok.
Lapisan kayu lapis (yang biasa disebut veneer) direkatkan bersama dengan sudut urat (grain) yang disesuaikan untuk menciptakan hasil yang lebih kuat. Biasanya lapisan ini ditumpuk dalam jumlah ganjil untuk mencegah terjadinya pembelokan (warping) dan menciptakan konstruksi yang seimbang. Lapisan dalam jumlah genap akan menghasilkan papan yang tidak stabil dan mudah terdistorsi. Saat ini kayu lapis tersedia dalam berbagai ketebalan, mulai dari 0,8 mm hingga 25 mm dengan tingkat kualitas yang berbeda-beda.
Jual tripleks di jakarta,wa 081319823277
Lapisan kayu lapis atau yang biasa disebut dengan veneer, direkatkan bersama dengan sudut urat (grain) yang disesuaikan untuk menciptakan hasil yang lebih kuat. Biasanya lapisan ini ditumpuk dalam jumlah yang ganjil untuk mencegah terjadinya pembelokan (warping) dan dapat menciptakan konstruksi yang seimbang. Lapisan dalam jumlah genap dapat menghasilkan papan yang tidak stabil dan mudah terdistorsi. Saat ini kayu lapis atau triplek telah tersedia dalam berbagai ketebalan, mulai dari 0,8 mm hingga 25 mm dengan tingkat kualitas yang berbeda-beda.
Jenis-Jenis Triplek
1. Particle Board
Particle board dibuat dengan mencetak serpihan-serpihan kayu sehingga membentuk papan. Triplek jenis ini sebenarnya mempunyai kualitas yang tidak terlalu bagus karena rentan terhadap air dan daya dukungnya sangat rendah. Namun, particle board banyak digunakan sebagai bahan baku furnitur yang ekonomis.
2. Multiplek (Plywood)
Multiplek dibuat dari kulit kayu yang berlapis-lapis dan kemudian dipress menggunakan tekanan yang sangat tinggi. Multiplek mempunyai tekstur yang rapat, kekuatan yang tinggi, dan tahan terhadap air. Jika dirawat dengan baik, multiplek dapat bertahan hingga mencapai puluhan tahun.
3. Blockboard
Blockboard tersusun dari tiga lapisan kayu yang digabung menjadi satu. Dua lapisan luarnya memiliki ketebalan yang lebih tipis dibanding satu lapisan dalamnya dengan ukuran sekitar 0,5-2 mm. Bagian dalam triplek ini umumnya terbuat dari kayu akasia dan meranti yang solid sehingga tidak dapat dilengkungkan.
4. Teakblock
Teakblock adalah lembaran papan kayu jati. Berbeda dengan kayu jati solid, teakblock dibuat dari lembaran-lembaran kayu jati yang ditumpuk menjadi satu kesatuan. Mengingat harganya yang lumayan mahal, teakblock biasanya hanya digunakan sebagai bahan pelapis papan kayu. Selain mempunyai kekuatan yang sangat bagus, teakblock juga unggul karena memiliki pilihan motif yang beragam.
5. MDF (Medium Density Fiberboard)
MDF atau papan serat kayu merupakan triplek hasil campuran dari serat kayu lunak dan serat kayu keras. Serat-serat kayu tersebut ditempelkan menggunakan lem atau lilin dan kemudian dicetak di dalam mesin dengan temperatur dan tekanan yang super tinggi. Oleh karena itu, susunan pori-pori MDF jauh lebih baik dibanding particle board. MDF biasanya digunakan untuk pembuatan furnitur interior dan box loudspeaker.
6. Melaminto
Melaminto sering disebut juga sebagai decorative plywood. Hal ini dikarenakan melaminto sering dipakai untuk memperindah tampilan sebuah papan kayu. Permukaan triplek ini biasanya dilapisi dengan bahan polyester dan melamin yang membuatnya berwarna serta bertekstur licin. Kebanyakan melaminto diolah menjadi white board serta kitchen set.
Kelebihan dari Triplek
Triplek merupakan produk olahan kayu yang penggunaannya sangat praktis dan gampang dibentuk daripada produk-produk sejenis.
Triplek mempunyai tingkat ketahanan yang tinggi terhadap penyusutan sehingga bentuk dan ukurannya tidak gampang berubah.
Triplek tersedia dalam berbagai pilihan ukuran dan ketebalan yang lebih bervariasi sehingga memudahkan kita dalam memilih yang paling tepat.
Triplek memiliki daya tahan yang tinggi terhadap perubahan cuaca yang ekstrim serta daya tekuk yang dimilikinya lebih bagus dibandingkan produk kayu lainnya.
Triplek mempunyai struktur yang kokoh sehingga cocok sekali digunakan untuk rangka utama pembuatan furnitur.
Triplek bersifat anti air atau setidaknya lebih tahan terhadap air ketimbang jenis-jenis kayu yang lain berkat adanya lapisan keras yang menyelubungi permukaannya (kecuali MDF).
Triplek dibuat dengan ukuran yang presisi dan seragam, serta tekstur pada lapisan permukaannya pun sangat halus.
Besi Nako atau AS Kotak terdiri dari 4 jenis, yaitu Nako Polos, Nako Ulir, Nako Gilas, Nako Embos. Pada Nako Polos, masing-masing sisinya tanpa motif, sedangkan Nako Ulir, Gilas dan Embos memiliki motif di setiap sisinya. Besi Nako atau AS Kotak dari ukuran 8mm hingga 100mm dengan panjang 6M per batang.
Jual as besi di jakarta,wa 081319823277
Masih banyak orang — orang yang belum mengetahui perbedaan besi dan baja. Padahal selama ini besi dan baja ini adalah logam yang paling banyak digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan seperti pembuatan konstruksi bangunan yang kini semakin hari semakin meningkat saja.
Besi dan baja banyak digunakan karena memang sifat mekaniknya yang begitu cocok untuk keperluan konstruksi bangunan, kendaraan, dll. Dan selain memiliki daya kekuatan yang sangat kuat besi dan baja ini memiliki sifat keuletan yang memadai. Profil baja yang sering digunakan di konstruksi adalah WF, H-Beam, UNP, dll.
Selain itu besi dan baja juga jumlahnya di bumi cukup banyak dan mudah sekali di dapat. Apalagi pengolahannya juga tidak susah dan produknya mudah dikerjakan.
Hal inilah yang membuat besi dan baja ini harganya relatif murah untuk keperluan — keperluan seperti konstruksi bangunan.
Perbedaan Besi dan Baja
Besi dan baja sendiri tidaklah sama. Memang jenis logamnya serupa yakni termasuk ke dalam unsur Fe (ferrum) yaitu logam ferrous yang berbahan dasar unsur Fe namun keduanya tidaklah sama. Kalau besi itu merupakan material alami yang terbuat dari unsur Fe.
Alasannya adalah bahwa besi murni mudah reaksi dengan oksigen di udara.
Kelemahan utama besi sebagai bahan konstruksi adalah bereaksi dengan udara lembab (dalam proses yang disebut karatan) untuk membentuk oksida warna coklat-merah yang kita sebut karat.
Besi juga bereaksi dengan banyak cara lain, seperti dengan unsur mulai dari karbon, sulfur, silikon dan juga halogen seperti klorin.
Berbeda dengan baja yang merupakan material buatan yang bukan hanya berasal dari unsur besi saja melainkan merupakan berbagai macam paduan unsur seperi besi, mangan, fosfor, karbon, silikon, sulfur, dan sedikit alumunium, nitrogen, dan oksigen dengan kandungan karbon sebanyak 0,2 hingga 2,1 %.
Nah unsur C atau unsur karbon inilah yang sangat mempengaruhi tingkat kekerasan dan kekuatan daya tari dari suatu material yang hubugannya berbanding lurus jadi jika suatu produk kandungan karbonnya semakin besar maka material tersebut juga memiliki tingkat kekerasan dan daya tarik yang semakin besar.
Perbedaan lain yang mencolok sebagai perbedaan besi dan baja adalah pada kekuatannya. Kekuatan material baja lebih besar dibandingkan besi begitu pula dengan tingkat keuletannya. Bahkan kekuatan dari baja ini bisa mencapai 1000 kali lebih kuat dibandingkan dengan material besi murni. Namun daya redam baja lebih kecil jika dibandingkan dengan material besi.
Nah demikianlah beberapa informasi mengenai perbedaan besi dan baja. Pada dasarnya besi dan baja memang sangat bermanfaat sekali untuk berbagai keperluan kita. Perbedaan karakteristik besi dan baja ini membuat keduanya memiliki spesifikasi penggunaan yang berbeda-beda.
Pipe Fitting (sambungan pipa) adalah sebuah benda yang dipergunakan untuk menyambung dua buah pipa atau lebih dan bisa berbentuk elbow,tee,reducer dan lain-lain.Dalam kesempatan kali ini yang saya bahas adalah mengenai fitting untuk pipa baja.
Dalam proses menyambung pipa baja menggunakan fitting, tentunya akan di pelajari terlebih dahulu apakah sambungan yang akan dibuat tersebut bersifat tetap dan tidak bisa dibuka atau sambungan tersebut diinginkan sewaktu-waktu dapat dibuka untuk keperluan maintenance atau perbaikan.
Oleh karena itulah sambungan pipa atau fitting ini secara garis besar terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Welded Component
2. Threaded Component
Welded Component
Welded component yaitu fitting yang disambung pada pipa dengan dengan cara di las (welding), sehingga sambungannya menjadi tetap dan tidak dapat dibuka.
Fitting ini biasa digunakan pada main line pipe.
Fitting jenis ini terbagi lagi menjadi 2, yaitu:
a. Butt welded component
yaitu proses pengelasannya langsung pada butt dari pipa dan fitting.
Bentuk fittingnya seperti gambar di bawah ini:
b. Socket welded component
yaitu fitting yang disambung dengan cara memasukkan socket fitting pada pipa kemudian dilakukan pengelasan pada bagian fillet dari pertemuan antara pipa dan fitting.
Bentuk fittingnya seperti berikut :
Threaded Component
Threaded Component yaitu fitting yang disambung pada pipa dengan cara diulir sehingga jika diperlukan suatu saat bisa dilepas.
Dengan menggunakan fitting jenis ini pipa yang disambung dapat di buka kembali. Dan ini memudahkan untuk proses perbaikan atau maintenance.
Fitting jenis ini biasa digunakan pada perpipaan mesin,compressor,pipa perhotelan dan lain-lain.Bentuk threaded component seperti tampak pada gambar di bawah ini :
Macam-macam Pipe Fitting (sambungan pipa)
Secara garis besar sambungan pipa (pipe fitting) sudah dijelaskan di atas,adapun sambungan pipa secara keseluruhan yang harus diketahui seorang pipe fitter adalah sebagai berikut :
1.Cap
2.Concentric Reducer
3.Concentric Tee
4.Cross
5.Coupling
6.Elbow SR/LR
7.Elbow SR/LR Return 180
8.Equal Tee
9.Half Coupling
10.Reducing Tee
11.Union
12.Dan lain-lain.
Yang akan saya bahas kali ini masih mengenai alat angkat yaitu “Sling”. Sling adalah alat bantu angkat khususnya barang yang besar dan berat diberbagai industri. Karakteristik dari sling ini adalah salah satu dan atau kedua ujungnya diterminasi atau dibuat mata sebagai sarana untuk mengaitkan aksesoris untuk membantu aplikasi pengangkatan seperti Hook, Masterlink, dll. Ternyata sling itu ada berbagai macam jenis, tergantung fungsi, kondisi lapangan dan aplikasinya.
Jual seling baja di jakarta,wa 081319823277
Jenis sling yang digunakan diberbagai industry khususnya industry berat macam-macamnya adalah :
Wire Rope Sling
Chain Sling
Webbing Sling
Round Sling
Keempat jenis sling tersebut digunakan sesuai dengan kondisi lapangan, kebutuhan customer pada saat aplikasinya nanti dan fungsinya sendiri. Langsung saya akan saya bahas yang pertama yaitu wire rope sling.
1. WIRE ROPE SLING
Wire rope adalah Tali baja yang terbuat dari beberapa WIRE yang dipilin membentuk STRAND, lalu beberapa strand tersebut dipilin mengelilingi CORE untuk membentuk sebuah wire rope.
Wire Rope Sling adalah Wire rope yang salah satu atau kedua ujungnya sudah diterminasi atau dibuat mata. Wire rope sling ini banyak digunakan di lapangan untuk aplikasi mengangkat barang ( Lifting ), menarik ( Towing ), menambat kapal ( Mooring ), mengikat ( Lashing(choker) ) dan masih banyak lagi.
Pembuatan wire rope sling sifatnya customized, yang berarti wire rope sling ini dapat difabrikasi sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan user di lapangan. Karena sifatnya yang dibuat sesuai dengan pesanan user, maka diperlukan data-data untuk membuat wire rope sling tersebut. Data-data yang diperlukan untuk membuat wire rope sling adalah sebagai berikut :
Spesifikasi Wire Rope itu sendiri ( Konstruksi, Core, Asal, Ukuran, Putaran, Finishing )
Jenis Terminasi apa yang ingin digunakan.
Berapa Jumlah terminasi yang akan dibuat pada wire rope sling nantinya, hanya di satu ujungnya atau dikedua ujungnya.
Untuk terminasi mata : ( Berapa diameter besar matanya, Menggunakan thimble atau tidak, Menggunakan aksesoris tambahan atau tidak seperti Hook, Masterlink, Ring ).
Berapa panjang jadi yang diminta user.
Untuk Multi Legged Sling, berapa jumlah kaki yang dibutuhkan.
Berapa set sling yang dibutuhkan.
Berikut ini adalah macam-macam jenis terminasi dari Wire Rope Sling :
2. CHAIN SLING
Chain sling dalam bahasa indonesia disebut juga rantai sling. Dalam artiannya menurut wikipedia rantaiadalah serangkaian link yang terhubung biasanya terbuat dari logam. Sebuah rantai bisa terdiri dari 2 atau bahkan lebih dari 2 link yang berangkaian.
Kegunaan dari rantai yaitu :
Rantai dirancang untuk mengangkat, menarik, mengikat (Choker) dan mengamankan sesuatu.
Rantai dirancang untuk membantu menggerakkan mesin (biasa digunakan pada roller mesin).
Sedangkan Chain Sling adalah rantai yang ujungnya diberikan aksesoris sebagai alat bantu angkat ( Masterlink, Hammerlock dan Hook ).
Kegunaan dari Chain sling yaitu untuk aplikasi mengangkat dan menarik.
Untuk membuat Chain Sling dibutuhkan data-data yang berkaitan agar chain sling yang dipesan customer nantinya tidak salah ukurannya dan aksesoris yang digunakannya atau faktor lain. Data-data yang dibutuhkan sebelum membuat chain sling adalah sebagai berikut :
Ukuran diamater rantai atau kapasitas chain sling.
Banyaknya jumlah kaki sling pada chain sling nantinya.
Panjang jadi chain sling.
Aksesoris atau fitting lain yang dibutuhkan atau ditambahkan pada chain sling ( Hook, Ring, Masterlink, Shackle, dll)
Untuk mengetahui panjang jadi sesuai dengan point 3 ada baiknya saya contohkan juga dengan gambar. Berikut adalah cara menghitung panjang jadi Chain sling :
Sedangkan macam-macam dari chain sling bentuknya adalah sebagai berikut :
3. WEBBING SLING
Jenis alat angkat yang ketiga adalah webbing sling. Webbing sling atau yang sering disebut juga dengan sling belt adalah alat pengganti wire rope sling atau chain sling dalam aplikasi angkat (Lifting) dan mengikat (Choker).
Kenapa dianggap sebagai pengganti? tentunya webbing sling mempunyai kelebihan, karena dapat menggantikan wire rope sling dan chain sling. Kelebihan atau keuntungan dari webbing sling adalah :
Lebih ringan sehingga mudah dan aman digunakan.
Lebih flexible.
Tidak berkarat.
Tidak merusak atau membuat kotor barang yang diangkat.
Mudah dilakukan inspeksi.
Untuk gambar dari webbing sling dan spesifikasinya adalah sebagai berikut :
4. ROUND SLING
Jenis Sling yang terakhir adalah round Sling. Round Sling adalah Synthetic Sling yang dibungkus lagi dengan pembungkus dari Synthetic dan dibentuk melingkar.
Keuntungan dari Round Sling ini adalah sebagai berikut :
Lebih tahan lama.
Jika mengangkat dengan posisi Choker, posisi angkat lebih sempurna. Gambar webbing sling diatas terdapat contoh mengangkat secara choker.
Untuk kapasitas angkat yang besar, Round Sling lebih tipis dan ringan dibandingkan dengan dengan Synthetic Sling yang lain.
Baut (Bolt) merupakan suatu batang atau tabung yang membentuk alur heliks atau tangga spiral pada permukaannya dan mur (Nut) adalah pasangannya. Fungsi utama bolt & nut adalah menggabungkan beberapa komponen sehingga tergabung menjadi satu bagian yang memiliki sifat tidak permanen. Maka dari itu komponen yang menggunakan sambungan ini dapat dengan mudah dilepas dan dipasang kembali tanpa merusak benda yang disambung.
Sebagian besar baut dan mur digunakan sebagai pengerat dengan memutar searah dengan jarum jam yang disebut dengan ulir kanan. Sedangkan baut dan mur dengan ulir kiri digunakan pada kebutuhan tertentu yang berlawanan dengan arah jarum jam, seperti pedal pada sepeda.
Jual bolt nut di jakarta,wa 081319823277
Bolt & nut banyak dipergunakan dalam industri otomotif dan konstruksi. Seringkali kita temukan komponen ini dalam kendaraan bermotor baik itu mobil maupun motor serta menjadi bagian dalam pembuatan jembatan dan kontruksi lainnya. Selain itu, baut dan mur juga digunakan dalam pembuatan mesin.
Ada jenis bolt nut yang sering digunakan pada kegiatan konstruksi, otomotif maupun lainnya sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini adalah jenis-jenis baut dan mur.
Carriage Bolts
Carriage bolts, banyak digunakan pada penyambungan komponen jenis kayu. Baut ini memiliki kepala berbentuk kubah dan memiliki bentuk empat persegi pada bagian lehernya. Bentuk persegi pada bagian leher ini berfungsi untuk mempererat komponen yang disambungkan dengan menekan masuk ke dalam kayu sehingga menghasilkan ikatan yang kuat.
Square Head Bolts
Square head bolts menjadi salah satu jenis baut yang menjadi favorit untuk digunakan. Baut dengan kepala berbentuk segi empat ini pada umumnya digunakan untuk pada industri berat dan pekerjaan konstruksi.
Flange Bolts
Flange bolts adalah jenis baut yang pada bagian bawah kepala bautnya terdapat bubungan (flens). Flens ini didesain untuk memberikan kekuatan pada baut seperti menggunakan washer. Material dalam baut ini beragam, mulai dari besi biasa hingga baja hitam.
Hex bolts
Hex bolts, merupakan baut yang umum digunakan ditemukan pada pekerjaan konstruksi maupun perbaikan. Baut ini memiliki ciri umum yaitu kepala yang memiliki bentuk segi enam (hexagonal). Hex bolts memiliki sifat atau bahan baku tertentu sesuai dengan penerapannya pada sebuah komponen yang akan dihubungkan. Bahan baku pembuatan baut ini diantaranya adalah ; stainless steel, carbon steel, dan alloy steel yang dilapisi dengan kadium atau seng plating untuk menghindari terjadinya korosi.
Aplikasi untuk baut yang memiliki bentuk kepala segi enam ini sangat bervariasi, mulai dari eksterior, otomotif untuk kelautan; pesisir, dan lingkungan yang bersuhu tinggi.
Mur tak mau kalah dengan baut yang memiliki berbagai jenis dan model sesuai dengan kebutuhannya. Mur juga memiliki berbagai jenis model dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan serta fungsinya. Berikut adalah beberapa tipe kepala yang dimiliki oleh mur, diantaranya adalah :
Mur Segi Enam
Mur segi enam (hexagonal plain nut). Digunakan pada semua keperluan industri.
Castellated nut
Mur dengan kepala berbentuk mahkota atau dengan slot pengunci (castellated nut & slotted nut) ini merupakan jenis mur yang dilengkapi dengan mekanisme penguncian. Kepala mur jenis ini bertujuan untuk mengunci posisi mur untuk tidak mengubah posisi yang telah ditentukan.
Mur Pengunci
Terakhir adalah mur pengunci (lock nut), merupakan mur yang memiliki ukuran lebih tipis dibandingkan mur pada umumnya. Mur pengunci biasanya dipasangkan di bawah mur utama yang berfungsi sebagai pengunci.
Paku adalah logam keras berujung runcing, umumnya terbuat dari baja, yang digunakan untuk melekatkan dua bahan dengan menembus keduanya. Paku umumnya ditembuskan pada bahan dengan menggunakan palu atau nail gun yang digerakkan oleh udara bertekanan atau dorongan ledakan kecil. Pelekatan oleh paku terjadi dengan adanya gaya gesek pada arah vertikal dan gaya tegangan pada arah lateral. Ujung paku kadang ditekuk untuk mencegah paku keluar.
Jual paku besi murah di jakarta,wa 081319823277
Paku Besi adalah logam yang ujungnya berbentuk runcing, yang terbuat dari besi, bisa digunakan untuk menyatukan dua benda dengan bergagai kebutuhan.
Salah satu benda yang berperan penting dalam pembuatan sebuah bangunan adalah paku. Paku bangunan berfungsi sebagai ‘perekat’ dinding dan atap pada kerangka rumah agar kokoh dan tidak mudah terlepas. Benda ini bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Paku bangunan terbuat dari logam keras yang solid. Bentuknya yang runcing pada bagian ekor membuatnya bisa menembus benda padat, mulai dari material papan hingga beton. Berdasarkan bentuk dan fungsi, paku bangunan dibedakan berdasarkan pada material apa benda ini digunakan.
Agar tidak salah dalam memilih, berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis paku berdasarkan bentuk dan fungsinya.
Jenis paku ini hanya bisa digunakan untuk furnitur dan bangunan yang terbuat dari kayu seperti papan, balok, dan tripleks. Dibandingkan beton, material kayu cenderung lebih mudah ditembus. Dari segi bentuk dan kekuatan, paku untuk material kayu relatif ramping dan memiliki daya tembus lebih rendah.
Berdasarkan panjang, variasi yang umum tersedia di pasaran adalah ukuran 2 cm, 3 cm, 4 cm, 5 cm, 7 cm, 10 cm, hingga 12 cm. Tiap ukuran memiliki fungsinya masing-masing. Misalnya, yang 2 dan 3 cm untuk material jenis tripleks. Kemudian, paku 12 cm biasanya digunakan untuk memaku bahan bangunan jenis balok yang lebih tebal.
Dalam memilih, sebaiknya diperhitungkan juga ketebalan bahan bangunan (papan atau balok). Jika salah ukuran, paku akan bengkok dan daya rekat akan berkurang dan tidak kuat.
Paku untuk material seng lebih dikenal dengan sebutan paku payung. Sesuai dengan namanya, kepala paku memang menyerupai payung. Agar tidak terlalu kontras, paku payung umumnya berwarna keperakan, yakni sama dengan warna seng.
Karena bahan bangunan jenis seng memiliki kontur permukaan yang bergelombang, air akan mudah menyusup masuk melalui celah tempat tertancapnya paku dan menyebabkan kebocoran. Dengan kepala yang menyerupai payung, kebocoran tentu bisa dihindari.
Untuk panjang, pilihan paku seng yang tersedia biasanya berukuran 7 dan 10 cm. Walaupun harga paku payung relatif sedikit lebih mahal dari paku untuk material kayu, beberapa orang juga tetap menggunakannya untuk papan. Alasan utama mereka adalah untuk bangunan yang lebih kokoh.
Jenis yang terakhir adalah paku beton atau paku yang khusus untuk material bangunan yang terbuat dari jenis semen dan eternit. Paku beton terkenal dengan daya tembusnya yang kuat. Jenis yang satu ini memang ditujukan untuk bisa menembus benda keras.
Dari segi kualitas, paku beton terbagi menjadi dua: putih dan hitam. Paku beton putih dikenal lebih kuat dibandingkan yang berwarna hitam. Ukuran yang umum tersedia di pasaran adalah 2,5-2,5 sentimeter untuk yang berwarna putih dan 3–7 cm untuk paku berwarna hitam.
Bagi Anda yang memiliki rumah dengan dinding yang terbuat dari bahan semen, Anda bisa menggunakan paku jenis ini untuk keperluan seperti membuat gantungan lukisan, pakaian, dan kabel, rak, hiasan rumah, atau benda lainnya.
Itulah penjelasan singkat mengenai jenis-jenis paku. Setelah mengetahui jenis dan fungsinya, sekarang Anda sudah bisa menentukan paku jenis apa yang akan Anda gunakan untuk keperluan di rumah. Dalam memilih, selain berdasarkan efektivitas atau kecocokan antara paku dan material bangunan, pastikan untuk melihat dari segi efisiensinya juga.
Misalnya, daripada menggunakan paku beton yang lebih mahal, gunakanlah paku kayu untuk bangunan berbahan papan. Jangan sampai Anda membuang-buang biaya untuk dua hal yang sebenarnya memiliki pengaruh sama.
MDF adalah kayu olahan dari serpih-serpih kayu. Medium Density Fireboard atau biasa disingkat MDFadalah material kayu olahan yang dibuat dari kumpulan kayu dengan diameter kecil.
Jual MDF murah di jakarta,wa 081319823277
Medium Density Board (MDF) dibuat untuk menutupi beberapa kelemahan plywood yang permukaannya kurang halus, mudah retak dan pecah pada ukuran lebar yang terlalu kecil dan hasil potongan yang kasar. Bahan MDF sangat halus pada permukaan dan ikatan-ikatan antar materialnya sangat kuat. Hanya satu kelemahannya dibandingkan dengan plywood adalah hilangnya motif kayu pada permukaan.
Saat ini MDF menjadi bahan paling favorit untuk pembuatan office furniture dan semua furniture berbasis lembaran.
Dari log kayu berbagai ukuran, dikupas kulitnya kemudian log dibelah dan dipotong pada ukuran tertentu. Kebetulan pada pabrik yang pernah saya lihat logs yang digunakan rata-rata berdiameter di bawah 20cm dan panjang maksimum 100cm.
Kemudian potongan logs harus melewati proses ‘screening’ menggunakan alat magnet yang sangat kuat untuk mencari apabila terdapat paku, sekrup atau logam lain di dalam kayu. Benda asing (logam) tersebut bisa merusak mata pisau pada mesin chips dan press.
Logs-logs kecil tersebut kemudian dimasukkan ke mesin khusus untuk dijadikan chips ukuran kecil (serpihan-serpihan kecil) . Apabila chips masih terlalu besar akan diproses ulang untuk menjadi chips yang lebih kecil.
Semua chips yang telah lolos proses screening kemudian dicuci lalu direbus pada suhu dan waktu tertentu hingga menjadi lunak. Chips akan menjadi lembut dan lunak setelah proses defibrator, kemudian dicampur dengan bahan wax dan lem sebelum memasuki proses pressing.
Dalam lini produksi dan mesin yang sama (mesin tersambung sangat panjang hingga 50m) kemudian material campuran tersebut diberi tekanan dan panas tertentu untuk mendapatkan ketebalan sesuai pengaturan. terdapat rol kedua yang memberikan tekanan lebih besar pada material sehingga anda akan bisa melihat bahwa permukaan MDF bagian atas & bawah sedikit berbeda tingkat kekilapannya. Hal ini karena perbedaan tekanan.
Secara otomatis MDF kemudian dipotong sesuai panjang standar international (1220 x 2440mm).