Butuh fitting-fitting stainless steel murah berbagai ukuran di jakarta,wa 081319823277

Butuh fitting-fitting stainless steel murah berbagai ukuran di jakarta,wa 081319823277

Pengertian fitting dalam pekerjaan pemipaan adalah sebuah bagian dari instalasi pemipaan yang berfungsi sebagai penyambung antar pipa dan sebagai bagian akhir pemipaan / outlet fitting. Banyak jenis fitting yang harus kita kenal dalam instalasi. Fitting merupakan salah satu pemain utama dalam pemipaan,

Butuh fitting-fitting stainless steel murah berbagai ukuran di jakarta,wa 081319823277

Ada berbagai jenis fitting, ada yang berbahan stainless steel atau pun steel. Diantaranya yaitu:

FITTING LAS
– Elbow Las
Elbow Las SGP,
Elbow Las STD,
Elbow Las SCH 40,
Elbow Las SCH 80, dan
Elbow Las SCH 160.

– Tee Las
Tee Las SGP,
Tee Las STD,
Tee Las SCH 40,
Tee Las SCH 80, dan
Tee Las SCH 160.

– Reducer Las
Reducer Las SGP,
Reducer Las SCH 40,
Reducer Las SCH 80.

– Dop Las
Dop Las SGP,
Dop Las SCH 40,
Dop Las SCH 80.

Merek Fitting Las :
FKK, Ricon, Benkan, Import

FITTING DRAT
– Elbow Drat
– Tee Drat
– D-nepple Drat
– Socket Drat
– Dop Drat
– Reducer Drat
– V-ring Drat

Jenis Fitting Drat :
#150
#300
#3000

Merek Fitting Drat :
TSP, JZ, Galunggung, Import

FLANGE
– Flange Jis
Flange Jis 10K,
Flange Jis 16K, dan
Flange Jis 20K.

– Flange Slip On :
Flange Slip On #150,
Flange Slip On #300, dan
Flange Slip On #600.

– Flange PN :
Flange PN 10,
Flange PN 16,
Flange PN 25, dan
Flange PN 40.

– Flange Welding Neck :
Flange WN #150,
Flange WN #300,
Flange WN #600, dan
Flange WN PN16.

VALVE
– Gate Valve
– Ball Valve
– Globe Valve
– Check Valve
– Strainer Valve
– Butterfly Valve
– Foot Valve
– Flexible Rubber
– Preassure Gauge

Merek Valve :
Kitz, Showa, Yone, Arita, Tozen, Yuta, Nagano, Yoshitake, Wika, Gala, Onda, Mizu, Honeyweel, Impor

Untuk pemesanan dapat klik disini

Lokasi kami dapat dilihat di:

Jual paku berbagai ukuran murah di jakarta,wa 081319823277

Jual paku berbagai ukuran murah di jakarta,wa 081319823277

Paku adalah logam keras berujung runcing, umumnya terbuat dari baja, yang digunakan untuk melekatkan dua bahan dengan menembus keduanya atau bisa juga dikatakan benda bulat panjang dari logam besi yang berkepala dan berujung runcing.

Namun jika bicara fungsi dan manfaat paku, benda kecil ini memiliki sangat banyak sekali manfaatnya. Hampir semua jenis konstruksi membutuhkan paku sebagai alat bantu proses konstruksi, pembangunan apapun seperti rumah, hotel, apartemen, gedung pencakar langit, jembatan besi, jembatan kayu, dan bangunan jenis lain semuanya pasti menggunakan paku.

Paku punya ukuran yang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya, namun dari sisi bentuk tidak beda-beda jauh. Perbedaan paku dapat kita lihat dari bahan material paku, ada yang terbuat dari besi biasa ada juga dari besi baja sementara jaman dulu paku dibuat dari kayu.

Biasanya paku yang terbuat dari besi biasa digunakan untuk memaku kayu, triplek, papan, sementara yang terbuat dari besi baja umumnya digunakan untuk dinding beton, atau benda yang lebih keras dari papan.

Jenis paku terdiri dari:

 Paku Beton Putih
Paku baja beton putih dibuat dari besi baja berkekuatan tinggi, dengan tujuan agar paku ini bisa menembus semen “concrete” atau dinding beton yang keras. Paku beton ini paling banyak digunakan untuk keperluan pemakuan pada dinding beton sekalipun bisa digunakan pada kebutuhan lain.


2. Paku Kayu
Kalau bicara harga, paku beton ini dihargai lebih mahal dibanding paku kayu atau paku lainya, karena kualitas nya yang lebih kuat dibandingkan paku lain.

1. Paku Beton Hitam
Ilustrasi pada gambar ke dua adalah Paku Baja Hitam, paku ini memiliki kekuatan yang hampir sama dengan paku baja putih di atas. Perbedaannya adalah dari sisi penggunaan, kalau paku baja putih umumnya digunakan untuk keperluan membuat gantungan di dinding atau sebagai pengait kawat, kalau paku di bawah ini umumnya digunakan sebagai paku untuk pengait kabel.

Pernah melihat pengait kabel yang ada di dinding gak? pengikat kabel yang berwarna putih, terbuat dari plastik. Agar plastik pengikat kabel tersebut bisa menempel di dinding beton tentu harus dipaku, kalau menggunakan lem pasti gak akan kuat. Untuk mengatasi hal ini maka digunakan paku baja hitam yang bisa menembus dinding beton.

Paku kayu sudah menjadi satu kebutuhan pokok dalam dunia konstruksi, mau konstruksi apapun itu coba anda cek di lokasi, ada paku kayu gak ? saya pastikan ada.

Fungsi paku kayu sangat banyak sekali, untuk memaku papan, triplek, kayu balok dan kebutuhan pemakuan material kayu jenis lain, hampir semuanya menggunakan paku jenis ini. Memang kalau kita bicara tentang kekuatan atau daya tembus paku ini masih kalah dengan kedua paku di atas.

Akan tetapi di dunia rekayasa atau dunia engineering, ada slogan yang mengatakan “Kalau bisa pakau material dengan kekuatan sedang dan harga lebih murah, ngapain harus pakai material yang berkekuatan tinggi dengan harga yang mahal”, dengan kata lain
Kalau bisa pake paku kayu, kenapa harus paku beton :).

3. Paku Payung

Paku ke empat ini adalah paku payung, paku yang berbentuk seperti payung, runcing dibawah di atas ada payung nya. Payung tujuannya adalah untuk menghindari basah apabila kita sedang berjalan dibawah hujan. Paku payung ini juga punya prinsip yang sama dengan payung.

Paku payung digunakan untuk memaku seng yang konturnya bergelombang, kalau seng atap rumah dipaku dengan menggunakan paku biasa maka resiko bocornya atap rumah akan tinggi, karena lubang yang dihasilkan paku tersebut tidak tertupi, sehingga beresiko masuknya air. Untuk mengatasi hal itu, maka para engineer membuat paku payung seperti gambar di bawah ini, sehingga rongga yang dihasilkan oleh paku ini dapat terpayungi oleh payung paku, jadi air hujan tidak merembes ke dalam.

Untuk pemesanan bisa klik disini

Lokasi kami:

Jual baut mur murah di jakarta, wa 081319823277

Jual baut mur murah di jakarta, wa 081319823277

Baut merupakan suatu batang atau tabung yang membentuk alur heliks atau tangga spiral pada permukaannya. Fungsi utama baut adalah menggabungkan beberapa komponen sehingga tergabung menjadi satu bagian yang memiliki sifat tidak permanen. Maka dari itu komponen yang menggunakan sambungan ini dapat dengan mudah dilepas dan dipasang kembali tanpa merusak benda yang disambung.

Jual baut mur murah di jakarta, wa 081319823277

Sebagian besar baut digunakan sebagai pengerat dengan memutar searah dengan jarum jam yang disebut dengan ulir kanan. Sedangkan baut dengan ulir kiri digunakan pada kebutuhan tertentu yang berlawanan dengan arah jarum jam, seperti pedal pada sepeda.

Baut banyak dipergunakan dalam industri otomotif dan konstruksi. Seringkali kita temukan komponen ini dalam kendaraan bermotor baik itu mobil maupun motor serta menjadi bagian dalam pembuatan jembatan dan kontruksi lainnya. Selain itu, baut juga digunakan dalam pembuatan mesin.

Bahan yang digunakan untuk membuat sambungan ini terdiri dari berbagai macam bahan baku. Baut dapat terbuat dari bahan baja lunak, baja paduan, baja tahan karat atau kuningan, dan dapat pula dibuat dari bahan logam atau paduan logam lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Ada jenis baut yang sering digunakan pada kegiatan konstruksi, otomotif maupun lainnya sesuai dengan kebutuhannya. Berikut Tabloid Steel Indonesia menyajikannya untuk Anda Jenis Baut yang Umum Digunakan diberbagai jenis kebutuhan.

Carriage bolts, banyak digunakan pada penyambungan komponen jenis kayu. Baut ini memiliki kepala berbentuk kubah dan memiliki bentuk empat persegi pada bagian lehernya. Bentuk persegi pada bagian leher ini berfungsi untuk mempererat komponen yang disambungkan dengan menekan masuk ke dalam kayu sehingga menghasilkan ikatan yang kuat.
Baut yang memiliki nama lain plow bolts ini terbuat dari bahan logam dan berbagai jenis ukuran tergantung pada penggunaannya sehingga dapat dipergunakan pada berbagai jenis pekerjaan.

Square head bolts menjadi salah satu jenis baut yang menjadi favorit untuk digunakan. Baut dengan kepala berbentuk segi empat ini  pada umumnya digunakan untuk pada industri berat dan pekerjaan konstruksi.

Flange bolts adalah jenis baut yang pada bagian bawah kepala bautnya terdapat bubungan (flens). Flens ini didesain untuk memberikan kekuatan pada baut seperti menggunakan washer. Material dalam baut ini beragam, mulai dari besi biasa hingga baja hitam.

Hex bolts, merupakan baut yang umum digunakan ditemukan pada pekerjaan konstruksi maupun perbaikan. Baut ini memiliki ciri umum yaitu kepala yang memiliki bentuk segi enam (hexagonal)

Hex bolts memiliki sifat atau bahan baku tertentu sesuai dengan penerapannya pada sebuah komponen yang akan dihubungkan. Bahan baku pembuatan baut ini diantaranya adalah ; stainless steel, carbon steel, dan alloy steel yang dilapisi dengan kadium atau seng plating untuk menghindari terjadinya korosi.

Aplikasi untuk baut yang memiliki bentuk kepala segi enam ini  sangat bervariasi, mulai dari eksterior, otomotif untuk kelautan; pesisir, dan lingkungan yang bersuhu tinggi.

Lag bolts, memiliki ciri yang  sangat mudah dikenali. Baut ini memiliki ujung baut berbentuk lancip, seperti halnya sekrup. Lag bolts banyak digunakan pada pengerjaan konstruksi lapangan.

Shoulder bolts, itulah sebutannya. Baut ini banyak dipergunakan pada sumbu putar yang digunakan pada sambungan yang bergerak, bergeser, hingga berputar. Bahan baku shoulder bolts dapat menggunakan berbagai komponen yang terbuat dari logam, kayu, dan bahan-bahan lainnya. Dikarenakan sering digunakan sebagai sumbu tumpuan, maka shoulder bolts dibuat dari bahan logam yang memiliki ketahanan terhadap gesekan.

Baut kunci L, baut ini dapat menciptakan kesan rapih dan elegan pada suatu komponen yang akan disambungkan. Sebagai bahan baku pembuatan, baut L ini terbuat dari baja seperti baut pada umumnya. Baut ini juga memiliki ketahanan terhadap karat yang terjadi.

 

Tak lengkap rasanya jika membahas baut namun tak membahas “kekasih” sejatinya. Siapakah itu? Tentu saja mur. Mur yang terbuat dari baja lunak serta paduan logam untuk keperluan khusus ini menjadi pasangan serasi dengan baut. Mur digunakan untuk lebih memperkuat komponen yang disatukan bersama dengan baut.

Mur tak mau kalah denga baut yang memiliki berbagai jenis dan model sesuai dengan kebutuhannya. Mur juga memiliki berbagai jenis model dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan serta fungsinya. Berikut adalah beberapa tipe kepala yang dimiliki oleh mur, diantaranya adalah :

Mur segi enam (hexagonal plain nut). Digunakan pada semua keperluan industri

Mur segi empat (square nut). Digunakan pada industri berat seperti pembuatan bodi kereta ataupun pesawat.

Mur dengan kepala berbentuk mahkota atau dengan slot pengunci (castellated nut & slotted nut) ini merupakan jenis mur yang dilengkapi dengan mekanisme penguncian. Kepala mur jenis ini bertujuan untuk mengunci posisi mur untuk tidak mengubah posisi yang telah ditentukan.

Terakhir adalah mur pengunci (lock nut), merupakan mur yang memiliki ukuran lebih tipis dibandingkan mur pada umumnya. Mur pengunci biasanya dipasangkan di bawah mur utama yang berfungsi sebagai pengunci.

Untuk pemesanan dapat klik disini.

Lokasi kami:

Jual papan triplek mdf murah di jakarta,wa 081319823277

Jual papan triplek mdf murah di jakarta,wa 081319823277

Medium Density Board (MDF) dibuat untuk menutupi beberapa kelemahan plywood yang permukaannya kurang halus, mudah retak dan pecah pada ukuran lebar yang terlalu kecil dan hasil potongan yang kasar. Bahan MDF sangat halus pada permukaan dan ikatan-ikatan antar materialnya sangat kuat. Hanya satu kelemahannya dibandingkan dengan plywood adalah hilangnya motif kayu pada permukaan.
Saat ini MDF menjadi bahan paling favorit untuk pembuatan office furniture dan semua furniture berbasis lembaran.
Jual papan triplek mdf murah di jakarta,wa 081319823277
Bagaimana MDF dibuat
Dari log kayu berbagai ukuran, dikupas kulitnya kemudian log dibelah dan dipotong pada ukuran tertentu. Kebetulan pada pabrik yang pernah saya lihat logs yang digunakan rata-rata berdiameter di bawah 20cm dan panjang maksimum 100cm.
Kemudian potongan logs harus melewati proses ‘screening’ menggunakan alat magnet yang sangat kuat untuk mencari apabila terdapat paku, sekrup atau logam lain di dalam kayu. Benda asing (logam) tersebut bisa merusak mata pisau pada mesin chips dan press.
Logs-logs kecil tersebut kemudian dimasukkan ke mesin khusus untuk dijadikan chips ukuran kecil (serpihan-serpihan kecil) . Apabila chips masih terlalu besar akan diproses ulang untuk menjadi chips yang lebih kecil.
Semua chips yang telah lolos proses screening kemudian dicuci lalu direbus pada suhu dan waktu tertentu hingga menjadi lunak. Chips akan menjadi lembut dan lunak setelah proses defibrator, kemudian dicampur dengan bahan wax dan lem sebelum memasuki proses pressing.
Dalam lini produksi dan mesin yang sama (mesin tersambung sangat panjang hingga 50m) kemudian material campuran tersebut diberi tekanan dan panas tertentu untuk mendapatkan ketebalan sesuai pengaturan. terdapat rol kedua yang memberikan tekanan lebih besar pada material sehingga anda akan bisa melihat bahwa permukaan MDF bagian atas & bawah sedikit berbeda tingkat kekilapannya. Hal ini karena perbedaan tekanan.
Secara otomatis MDF kemudian dipotong sesuai panjang standar international (1220 x 2440mm).
Bila berminat,dapat klik disini.
Lokasi kami ada di:

Jual aneka fitting-fitting murah di jakarta, wa 081319823277

Jual aneka fitting-fitting murah di jakarta, wa 081319823277

Fitting dibagi dalam berbagai jenis, fitting fitting tersebut akan sangat berperan dalam sebuah sistem pemipaan. Lalu apakah fitting itu? Fitting adalah salah satu komponen pemipaan yang memiliki fungsi untuk merubah aliran, menyebarkan aliran, membesar atau mengecilkan aliran. Fitting merupakan salah satu pemain utama dalam pemipaan, karenanya kita akan selalu menggunakan komponen ini.

Jual aneka fitting-fitting murah di jakarta, wa 081319823277

 

Adapun jenis dari fitting antara lain adalah.
1. Fitting Ebow

Elbow adalah jenis fitting yang pertama, elbow merupakan komponen pemipaan yang berfungsi untuk membelokan arah aliran. Layaknya tikungan kalau kita sedang berada di jalan, tikungan tersebut mau tidak mau membuat kita berbelok arah ketika melaluinya, begitu pula elbow yang bertugas untuk membelokan aliran fluida. Elbow terdiri dari dua jenis yang paling umum yaitu 45 dan 90 derajat. Untuk memperoleh sudut di selain sudut diatas, terkadang elbow tersebut di potong. Atau bisa juga dengan mengunakan dua elbow yang disatukan untuk memperoleh sudut tertentu.

Dipasaran, elbow dibagi menjadi dua tipe, tipe sort radius dan long radius. Namum umumnya digunakan long radius, yang memiliki diameter belokan 1.5 kali NPS (nominal Pipe size)nya. Ada pula yang sampai dengan 3D atau bahkan 6D, yang biasa digunakan untu flare.

Contoh menghitung radius elbow seperti ini, kita menghitung pipa yang dengan diameter 2″. Maka radiusnya adalah,1.5 x 2″ = 3 ” (76.2 mm), yang dikalikan adalah nominal diameter dari pipa nya, NPSnya, bukan actual diameter dari pipanya seperti yang peranah saya singgun di sejarah dan teori dasar piping.

Elbow pada umumnya memiliki diameter yang sama antara masukan dan keluaran, walaupun ada juga yang memiliki ukuran berbeda, yang kita sebut dengan reducing elbow. Selain itu, ada satu komponen fitting yang mirip elbow, sama sama berfungsi untuk membelokan aliran, namun di buat dari potongan pipa, kita menyebutnya dengan miter.

2. Fitting Tee

Tee dalam fitting bertugas untuk membagi aliran, adalah koneksi fitting yang memiliki cabang. Biasanya cabangnya ini ukurannya sama dengan ukuran pipa utamanya, kita menyebutnya dengan straight tee. Sedangkan kalau berbeda, kita menyebutnya dengan reducing tee.

Seperti kalau di jalan, kalau tee ini kita analogikan sebagai pertigaan. Ngomong tentang pertigaan, berarti tidak semua nya harus tegak lurus dong? Benar, memang ada tee yang tidak tegak lurus, ia membentuk sudut 45 derajat. Kita mengenalnya dengan lateral Tee, yang penggunaanya biasanya untuk pressure yang rendah.

Kalau ada pertigaan, berarti ada perempatan dong? loh lama lama ko malah mbahas jalan, nanti bisa bisa nanya ada lampu merah juga dong.. hehe, sudah cukup sampai di perempatan, kita turun di perempatan. Dalam fitting juga ada perempatan, kita mengenalnya dengan crosses. Namun pengunaan crosses ini amat sangat jarang, diperuntukan hanya untuuk space yang terbatas.

3. Fitting Reducer

Reducer, sesuai namanya fitting jenis ini bertugas untuk me-reduce (mengurangi) aliran fluida. Mengurangi disini bukan seperti valve, tapi ukuran pipanya saja yang berkurang. Jadi reducer ini akan bertugas untuk mengabungkan dari diameter yang lebih besar ke yang kecil, atau sebaliknya.

Dalam reducer ini, kita akan mengenal dua jenis reducer yaitu concentrik reducer dan satu lagi adalah eccentrik reducer. Keduanya memiliki peran yang berbeda, kita akan membahasnya lebih dalam di artikel perbedaan eccentrik dan concentrik reducer.

4. Stub-in

Stub-in, adalah jenis fitting yang fungsinya mirip dengan tee, yaitu membagi aliran. Bedanya dengan tee, kalau tee adalah item yang terpisah, ia mengabungkan beberapa pipa. namun kalau stub-in, percabangan langsung dari pipa utamanya yang fungsinya mengantikan reducing tee.

5. Fitting Cap

Pipe caps fitting berfungsi untuk menghentikan aliran pada ujung pipa, fitting ini di las langsung pada pipa utama. Ada juga penutup aliran fluida yang dapat di bongkar dan dilepas, namun biasanya menggunakan sambungan flange, lebih tepatnya blind flange.

Bila berminat silahkan klik disini.

Lokasi kami ada di:

Pipa PVC berbagai ukuran murah di jakarta,wa 081319823277

Pipa PVC berbagai ukuran murah di jakarta,wa 081319823277

Pipa PVC (PolyVinyl Chloride) merupakan polier termoplastik urutan ketiga dalam hal jumlah pemakaian di dunia, setelah polietilena dan polipropilena. Pipa PVC pada umumnya digunakan sebagai saluran air dalam suatu proyek perumahan atau gedung atau jalan dll. Pipa PVC ini sifatnya keras, ringan, dan kuat. Karena penginstalannya mudah, maka sangatlah ideal jika digunakan untuk saluran dibawah zink dapur, kamar mandi, dll. Bahkan penggunaan pipa PVC ini dapat bekerja lebih baik daripada menggunakan pipa besi yang perlu disolder, juga tahan terhadap hampir semua alkalin atau zat beracun serta mudah dipasang.
Proses Produksi Pipa PVC
Pipa PVC diproduksi dengan cara polimerisasi monomer vinil klorida (CH2=CHCl). Karena 57% massanya adalah klor,  PVC adalah polimer yang menggunakan bahan baku minyak bumi terendah di antara polimer lainnya. Proses produksi yang dipakai pada umumnya adalah polimerisasi suspensi. Pada proses ini, monomer vinil klorida dan air diintroduksi ke reaktor polimerisasi dan inisiator polimerisasi, bersama bahan kimia tambahan untuk menginisiasi reaksi. Kandungan pada wadah reaksi terus-menerus dicampur untuk mempertahankan suspensi dan memastikan keseragaman ukuran partikel resin PVC. Reaksinya adalah eksotermik, dan membutuhkan mekanisme pendinginan untuk mempertahankan reaktor pada temperatur yang dibutuhkan. Karena volume berkontraksi selama reaksi (PVC lebih padat dari pada monomer vinil klorida), air secara kontinu ditambah ke campuran untuk mempertahankan suspensi. Ketika reaksi sudah selesai, hasilnya, cairan PVC, harus dipisahkan dari kelebihan monomer vinil klorida yang akan dipakai lagi untuk reaksi berikutnya. Lalu cairan PVC yang sudah jadi akan disentrifugasi untuk memisahkan kelebihan air. Cairan lalu dikeringkan dengan udara panas dan dihasilkan butiran PVC. Pada operasi normal, kelebihan monomer vinil klorida pada PVC hanya sebesar kurang dari 1PPM.
Proses produksi lainnya, seperti suspensi mikro dan polimerisasi emulsi, menghasilkan PVC dengan butiran yang berukuran lebih kecil, dengan sedikit perbedaan sifat dan juga perbedaan aplikasinya. Produk proses polimerisasi adalah PVC murni. Sebelum PVC menjadi produk akhir, biasanya membutuhkan konversi dengan menambahkan heat stabilizer, UV stabilizer, pelumas, plasticizer, bahan penolong proses, pengatur termal, pengisi, bahan penahan api, biosida, bahan pengembang, dan pigmen pilihan.
Kelas Pipa PVC

Pipa PVC standar SNI 06-0084-2002/ISO 4422  yang digunakan pada proyek-proyek pemerintah (PU dan PDAM) terdiri atas beberapa kelas, yaitu :

  1. Pipa kelas S-6.3, yaitu pipa PVC yang memiliki ukuran 1/2″ sampai 16″. Untuk pipa ukuran 1/2″ sampai 2″ dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 16 bar. untuk pipa ukuran 2,5″ sampai 16″ dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 20 bar.
  2. Pipa kelas S-8, yaitu pipa PVC yang memiliki ukuran 3/4″ sampai 20″. Untuk pipa ukuran 3/4″ sampai 2″ dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 12,5 bar. untuk pipa ukuran 2,5″ sampai 20″ dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 16 bar.
  3. Pipa kelas S-10, yaitu pipa PVC yang memiliki ukuran 1″ sampai 24″. Untuk pipa ukuran 1″ sampai 2″ dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 10 bar. untuk pipa ukuran 2,5″ sampai 24″ dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 12,5 bar.
  4. Pipa kelas S-12,5, yaitu pipa PVC yang memiliki ukuran 1,25″ sampai 24″. Untuk pipa ukuran 1,25″ sampai 2″ dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 8 bar. untuk pipa ukuran 2,5″ sampai 24″ dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 10 bar.
  5. Pipa kelas S-16, yaitu pipa PVC yang memiliki ukuran 1,25″ sampai 24″. Untuk pipa ukuran 1,25″ sampai 2″ dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 6,3 bar. untuk pipa ukuran 2,5″ sampai 24″ dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 8 bar.

Pipa PVC standar JIS K6741-75 yang digunakan pada proyek-proyek gedung bertingkat, bandara dll, terdiri dari kelas VU dan VP, yaitu :

  1. Pipa kelas VU yaitu pipa yang dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 5 bar dan memiliki ukuran 1,5″ sampai 14″. Biasanya dipakai untuk pipa ventilasi.
  2. Pipa kelas VP yaitu pipa yang dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 10 bar dan memiliki ukuran 1/2″ sampai 12″. Biasanya dipakai untuk pipa instalasi air bersih, air kotor dan air bekas.

Pipa PVC di toko bahan bangunan biasanya terdiri dari kelas pipa AW, D dan C/OD, yaitu :

  1. Pipa kelas AW yaitu pipa yang dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 10 bar dan memiliki ukuran 1/2″ sampai 12″. Biasanya dipakai untuk instalasi pipa air bersih, instalasi air kotor dan air bekas.
  2. Pipa kelas D yaitu pipa yang dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 5 bar dan memiliki ukuran 1,25″ sampai 12″. Biasanya dipakai untuk pipa ventilasi.
  3. Pipa kelas C/OD yaitu pipa yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perlunya pelindung atau selubung untuk kabel listrik dan telekomunikasi atau untuk penyaluran air tanpa tekanan dan memiliki ukuran 5/8″ sampai 4″.

Pipa PVC standar Telkom STEL – I – 008 terdiri dari pipa type I, type III dan type khusus.
 
Keuntungan Pipa PVC

PVC memiliki banyak keuntungan, yakni:
  1. Penginstalannya mudah.
  2. Tahan terhadap bahan kimia
  3. Sangat kuat
  4. Memiliki daya tahan korosi.
  5. Daya konduksi panas yang rendah
  6. Biaya instalasinya rendah
  7. Hampir bebas pemeliharaan (virtually free maintenance)

Untuk pemesanan dapat klik disini

Lokasi kami:

Clamp Sling murah berkualitas di jakarta,wa 081319823277

Clamp Sling murah berkualitas di jakarta,wa 081319823277

Yang akan saya bahas kali ini masih mengenai alat angkat yaitu “Sling”. Sling adalah alat bantu angkat khususnya barang yang besar dan berat diberbagai industri. Karakteristik dari sling ini adalah salah satu dan atau kedua ujungnya diterminasi atau dibuat mata sebagai sarana untuk mengaitkan aksesoris untuk membantu aplikasi pengangkatan seperti Hook, Masterlink, dll. Ternyata sling itu ada berbagai macam jenis, tergantung fungsi, kondisi lapangan dan aplikasinya.

Clamp Sling murah berkualitas di jakarta,wa 081319823277
Clamp Sling murah berkualitas di jakarta,wa 081319823277

Keempat jenis sling tersebut digunakan sesuai dengan kondisi lapangan, kebutuhan customer pada saat aplikasinya nanti dan fungsinya sendiri. Langsung saya akan saya bahas yang pertama yaitu wire rope sling.

1. WIRE ROPE SLING

Wire rope adalah Tali baja yang terbuat dari beberapa WIRE yang dipilin membentuk STRAND, lalu beberapa strand tersebut dipilin mengelilingi CORE untuk membentuk sebuah wire rope.

Wire Rope Sling adalah Wire rope yang salah satu atau kedua ujungnya sudah diterminasi atau dibuat mata. Wire rope sling ini banyak digunakan di lapangan untuk aplikasi mengangkat barang ( Lifting ), menarik ( Towing ), menambat kapal ( Mooring ), mengikat ( Lashing(choker) ) dan masih banyak lagi.

Pembuatan wire rope sling sifatnya customized, yang berarti wire rope sling ini dapat difabrikasi sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan user di lapangan. Karena sifatnya yang dibuat sesuai dengan pesanan user, maka diperlukan data-data untuk membuat wire rope sling tersebut. Data-data yang diperlukan untuk membuat wire rope sling adalah sebagai berikut :

  • Spesifikasi Wire Rope itu sendiri ( Konstruksi, Core, Asal, Ukuran, Putaran, Finishing )
  • Jenis Terminasi apa yang ingin digunakan.
  • Berapa Jumlah terminasi yang akan dibuat pada wire rope sling nantinya, hanya di satu ujungnya atau dikedua ujungnya.
  • Untuk terminasi mata : ( Berapa diameter besar matanya, Menggunakan thimble atau tidak, Menggunakan aksesoris tambahan atau tidak seperti Hook, Masterlink, Ring ).
  • Berapa panjang jadi yang diminta user.
  • Untuk Multi Legged Sling, berapa jumlah kaki yang dibutuhkan.
  • Berapa set sling yang dibutuhkan.

2. CHAIN SLING

Chain sling dalam bahasa indonesia disebut juga rantai sling. Dalam artiannya menurut wikipedia rantaiadalah serangkaian link yang terhubung biasanya terbuat dari logam. Sebuah rantai bisa terdiri dari 2 atau bahkan lebih dari 2 link yang berangkaian.

Kegunaan dari rantai yaitu :

  • Rantai dirancang untuk mengangkat, menarik, mengikat (Choker) dan mengamankan sesuatu.
  • Rantai dirancang untuk membantu menggerakkan mesin (biasa digunakan pada roller mesin).

Sedangkan Chain Sling adalah rantai yang ujungnya diberikan aksesoris sebagai alat bantu angkat ( Masterlink, Hammerlock dan Hook ).

Kegunaan dari Chain sling yaitu untuk aplikasi mengangkat dan menarik.

Untuk membuat Chain Sling dibutuhkan data-data yang berkaitan agar chain sling yang dipesan customer nantinya tidak salah ukurannya dan aksesoris yang digunakannya atau faktor lain. Data-data yang dibutuhkan sebelum membuat chain sling adalah sebagai berikut :

  • Ukuran diamater rantai atau kapasitas chain sling.
  • Banyaknya jumlah kaki sling pada chain sling nantinya.
  • Panjang jadi chain sling.
  • Aksesoris atau fitting lain yang dibutuhkan atau ditambahkan pada chain sling ( Hook, Ring, Masterlink, Shackle, dll)

 

 

3. WEBBING SLING

Jenis alat angkat yang ketiga adalah webbing sling. Webbing sling atau yang sering disebut juga dengan sling belt adalah alat pengganti wire rope sling atau chain sling dalam aplikasi angkat (Lifting) dan mengikat (Choker).

Kenapa dianggap sebagai pengganti? tentunya webbing sling mempunyai kelebihan, karena dapat menggantikan wire rope sling dan chain sling. Kelebihan atau keuntungan dari webbing sling adalah :

  • Lebih ringan sehingga mudah dan aman digunakan.
  • Lebih flexible.
  • Tidak berkarat.
  • Tidak merusak atau membuat kotor barang yang diangkat.
  • Mudah dilakukan inspeksi.

 

4. ROUND SLING

Jenis Sling yang terakhir adalah round Sling. Round Sling adalah Synthetic Sling yang dibungkus lagi dengan pembungkus dari Synthetic dan dibentuk melingkar.

Keuntungan dari Round Sling ini adalah sebagai berikut :

  • Lebih tahan lama.
  • Jika mengangkat dengan posisi Choker, posisi angkat lebih sempurna. Gambar webbing sling diatas terdapat contoh mengangkat secara choker.
  • Untuk kapasitas angkat yang besar, Round Sling lebih tipis dan ringan dibandingkan dengan dengan Synthetic Sling yang lain.

Untuk pemesan dapat klik disini

Jual baut mata paling murah di jakarta,wa 081319823277

Jual baut mata paling murah di jakarta,wa 081319823277

Baut adalah alat sambung dengan batang bulat dan berulir, salah satu ujungnya dibentuk kepala baut ( umumnya bentuk kepala segi enam ) dan ujung lainnya dipasang mur/pengunci. Dalam pemakaian di lapangan, baut dapat digunakan untuk membuat konstruksi sambungan tetap, sambungan bergerak, maupun sambungan sementara yang dapat dibongkar/dilepas kembali. Bentuk uliran batang baut untuk baja bangunan pada umumnya ulir segi tiga (ulir tajam) sesuai fungsinya yaitu sebagai baut pengikat. Sedangkan bentuk ulir segi empat (ulir tumpul) umumnya untuk baut-baut penggerak atau pemindah tenaga misalnya dongkrak atau alat-alat permesinan yang lain.

Jual baut mata paling murah di jakarta,wa 081319823277
Jual baut mata paling murah di jakarta,wa 081319823277

Baut untuk konstruksi baja bangunan dibedakan 2 jenis :

• Baut Hitam Yaitu baut dari baja lunak ( St-34 ) banyak dipakai untuk konstruksi ringan / sedang misalnya bangunan gedung, diameter lubang dan diameter batang baut memiliki kelonggaran 1 mm.

• Baut Pass Yaitu baut dari baja mutu tinggi ( ‡ St-42 ) dipakai untuk konstruksi berat atau beban bertukar seperti jembatan jalan raya, diameter lubang dan diameter batang baut relatif pass yaitu kelonggaran £ 0,1 mm.

Bentuk baut untuk baja bangunan yang umum dipakai adalah dengan bentuk kepala/mur segi enam sebagai berikut :

Keuntungan sambungan menggunakan baut antara lain :

1) Lebih mudah dalam pemasangan/penyetelan konstruksi di lapangan.

2) Konstruksi sambungan dapat dibongkar-pasang.

3) Dapat dipakai untuk menyambung dengan jumlah tebal baja > 4d ( tidak seperti paku keling dibatasi maksimum 4d ).

4) Dengan menggunakan jenis Baut Pass maka dapat digunakan untuk konstruksi berat /jembatan

Untuk pemesanan dapat klik disini

Lokasi kami:

Scun kabel berbagai ukuran murah di jakarta,wa 081319823277

Scun kabel berbagai ukuran murah di jakarta,wa 081319823277

Kabel termasuk komponen penting yang sering kita gunakan sehari-hari. Didalam ilmu elektronika, harus ada pengamanan ketika seseorang berurusan dengan kabel maupun perangkat listrik lainnya. Tidak hanya sang pengisntal ataupun sering dipanggil operator, namun bahaya juga akan mengintai pihak lainnya. Banyak sekali kejadian yang diakibatkan oleh kecelakaan listrik. Bukan tak mungkin akan membahayakan anda maupun kerabat anda. Selain dari keamanan dari segi SDM, juga terdapat perlindungan di segi prengkat listrik yang dipakai. Seperti penggunaan aksesoris tambahan yang dapat meminimalisir terjadinya arus pendek.
Scun kabel adalah salah satu accessories kabel yang berfungsi untuk penyambungan kabel ke terminal atau panel dengan dibautkan pada bussbar atau panel.
Scun kabel berbagai ukuran murah di jakarta,wa 081319823277
Scun kabel berbagai ukuran murah di jakarta,wa 081319823277
Untuk kebutuhan penyambungan kabel jaringan listrik (Terminasi), Schoen kabel terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
  • Kabel schoen AL (aluminium).
  • Kabel schoen CU (tembaga).
  • Kabel schoen AL-CU (bimetal).
Adapun keunggulan kabel schoen berbahan aluminium adalah sebagai berikut :
  • Aluminium 99,5%.
  • Mudah digunakan.
  • Mendukung hingga 20 kV.
Untuk ukuran kabel schoen yang umum dijumpai di lapangan adalah sebagai berikut :
  • 10mm
  • 16mm
  • 25mm
  • 35mm
  • 50mm
  • 70mm
  • 95mm
  • 120mm
  • 150mm
  • 185mm
  • 240mm
  • 300mm
  • 400mm

 

Aksesoris di bidang elektronik sebenarnya memiliki nilai lebih dibanding dengan aksesoris di bidang lain. Cable skun misalnya, sangat diperlukan untuk proses penyambungan kabel dengan terminal kontak. Kabel skun ini akan digunakan untuk mempererat ikatan yang dijalin antara kabel dengan penghubungnya.

Kabel Skun Dua Lobang

skun 2 lubang

Skun kabel sendiri memiliki banyak nama, beberapa diantaranya adalah schoen cable, cable shoes, kepala kabel dan kabel terminating. Penggunaan dari skun kabel sendiri sangat sering di industri elektronik, kelistrikan maupun industri otomotif. Fungsi umum dari cable skun adalah:

  • Dapat memudahkan hubungan atapun terminasi yang terjadi diantara bussbar, kabel dan juga panel.
  • Dapat memperluas dari koneksi adntara ketiga komponen tersebut.
  • Memperkecil dan mencegah adanya kontak panas di kabel karena gesekan dan penyambungan yang kurang bagus diantara kabel.
  • Perawatan dan juga proses perbaikan kabel akan lebih mudah nantinya. Memudahkan untuk merapikan proses terminasi dari kabel listrik.

Aksesoris yang tidak hanya bertindak sebagai pemercantik tapi juga terdapat aksesoris di dunia perkabelan. Aksesoris yang dipakai untuk kabel memiliki ragam fungsi. Beberapa aksesoris hanya bersifat tambahan untuk mempercantik, ada yang berfungsi sebagai pengaman maupun penghubung. Sedangkan untuk menyambungkan kabel, digunakan aksesoris bantu yaitu kabel skun.

Jenis dan Ukuran Cable Skun

Terdapat banyak jenis untuk kable skun dengan ukuran kabel skun. Berdasarkan bahan dasar pembuatannya, cable skun dapat dibagi menjadi berbagai golongan sperti berikut :

  • Tipe Tembaga

Berbahan dasar tembaga dan berlabel CU. Ini adalah cable skun yang terbuat dari tembaga. Pada jenis skun  kabel ini terdapat 2 macam yaitu skun kabel tembaga pendek dan skun kabel tembaga panjang. Biasanya jenis kabel skun ini dipakai untuk tegangan kecil hingga menengah. Pemakaian ini biasanya untuk pemakaian luar.  Jenis kabel skun ini tersedia dengan berbagai ukuran seperti:

  1. Bermerek CL berjenis cable skun tembaga panjang dengan ukuran beragam bewarna tembaga.
  2. Umumnya dipakai untuk mengkoneksikan kabel berjenis tembaga ke perangkat elekronical lainnya.
  3. Dapat dilaukan proses press 2 sampai 3 kali, karena memiliki barrel dengan ruang pengepresan yang lumayan panjang.
  4. Memiliki jenis skun DTG hingga melapisi dengan baik menyebabkan minimnya oksidasi dan mengurangi terjadinya proses karat.Cable skun yang berlabel AL ini di bentuk dengan bahan dasar aluminium. Hampir keseluruhan bahan pembentuknya adalah aluminium. Karena ini akan memepermudah ketika dipakai untuk berbagai jenis dari konduktor listrik dan sangat bagus digunakan pada berbagai peralatan listrik. Jenis cable skun tipe ini sangat cocok untuk pemakaian outdoor. Untuk memperkecil terjadinya proses oksidasi maka harus diolesi dengan minyak grease. Ukuran yang di sediakan untuk cable skun tipe aluminium ini adalah 35 sampai dengan 300 sqmm.

Karena terbuat hampir keseluruhan dari aluminium maka skun kabel ini sangat cocok memproses arus listrik tegangan tinggi. Bersifat sangat konduktif dan memiliki kemampuan sebagai penghubung busbar. Sering dipakai untuk penghubung kabel las maupun ujung dari baterai dengan perkakas listrik lainnya.

  • Tipe Kabel Skun Bimetal

Yang terakhir adalah tipe campuran dengan label Al – CU. Ini merupakan kabel skun yang dibuat dari pencampuran bahan aluminium dan juga tembaga. Proses pembuatannya adalah menggabungkan kedua elemen tampa tercampur hingga membentuk sebuah ikatan yang kokoh. Jenis ini biasanya digunakan sebagai penghubung dari komponen tembaga dengan kabel aluminium.

Tipe ini menjadi sebuah penghubung yang baik dari bentuk ukuran kabel skun karena memiliki daya hantar bagus akubat dari pencampuran dua elemen. Tetap menggunakan minyak grease pada penyambungan di kabel skun bimetal untuk pencegahan karat dan oksidasi. Tidak mudah pecah maupun patah saat di crimo atau di press. Ukuran yang disediakan dalam bentuk ini adalah 25 sampai dengan 800 sqmm. Sedangkan kabel skun dibedakan menjadi 2 berdasarkan cara penyekatan yaitu: Non insulted cable lug dan insulted cable lugs.

Ukuran kabel lug, ada banyak ukuran dari kabel skun yang tersedia dipasaran beberapa diantaranya adalah:

  1. Merk CL untuk kabel skun jenis Tembaga dengan long barrel DTG: Ukuran 16 dengan ukuran baut 8 mm, 25 lubang baut 8, 35 lubang baut 10 mm, 35 dan lubang baut 12, 50 lubang baut 12 dan 400 ukuran lubang baut 16 mm.
  2. Merk CL untuk kabel skun SC: tipe 4 -5 ukuran 4 dan lubang baut 5 mm, tipe sc 6 – 5 ukuran 5 lubang baut 6 mm, tipe 10 – 6 ukuran 10 dan lubang baut 6 mm dan 630 – 20 ukuran 630 dengan ukuran lobang baut 20 mm.
  3. Ukuran untuk kabel skun jenus bimetal : Tipe 16 -13 ukuran 16 dan ukuran lubang baut 13 mm, tipe 25 – 13 ukuran 25 dengan ukuran lubang baut 13 mm, dan 120 -13 ukuran 120 dan lubang baut 13 mm.

Bila ingin memesan dapat klik disini

Lokasi kami:

Flange stainless steel paling murah di jakarta,wa 081319823277

Flange stainless steel paling murah di jakarta,wa 081319823277

Flanges adalah suatu komponen yang digunakan untuk menggabungkan antara dua element pipa dengan valve atau pipa dengan equipment lainnya menjadi satu kesatuan yang utuh dengan menggunakan baut sebagai perekatnya.
Flange untuk pipa memiliki jenis dan ukuran yang bervariasi tergantung spesifikasi. Begitu pula dengan bahan dasarnya. Ada yang terbuat dari bahan stainless steel, besi, pvc.
Flange stainless steel paling murah di jakarta,wa 081319823277
Flange stainless steel paling murah di jakarta,wa 081319823277
Apa fungsi flange itu? Fungsi Flanges adalah sebagai komponen sambungan perpipaan untuk memudahkan pekerjaan,perawatan,perbaikan ataupun untuk penggantian equipment lain tanpa merusak komponen yang bersangkutan.
Jenis-jenis flange:
  1. Jenis flange berdasarkan ukuran (dimensi) ANSI,misalnya: ANSI#150,ANSI#300,ANSI#600 dan seterusnya.
  2. Jenis flange berdasarkan scedule,misalnya: sch 30,sch 40,sch 80,sch XS (extra strong) dan lain-lain.
  3. Jenis flange berdasarkan tipe face pada pipa,misalnya:type flat face,type raised face dan ring type joint.
  4. Jenis flange berdasarkan bentuknya menurut ANSI.
Yang perlu dijelaskan di sini adalah jenis flange berdasarkan bentuknya menurut ANSI,karena ini point utama yang harus diketahui seorang fitter atau pipe fitter.Bukan berarti yang lain tidak penting tapi setelah tahu bentuknya baru kemudian melihat ANSI berapa atau scedule berapa.

Jenis flange berdasarkan ukurannya (NPS)

Flange juga dapat dibagi menurut ukuran pipanya. Jadi antara satu pipa dengan pipa lainya yang ukurannya berbeda, jenis flangenya pun berbeda. Dalam artikel sejarah dan teori dasar pemipaan, disinggung bahwa untuk menyebut ukuran dalam pipa kita mengenalnya dengan istilah NPS. NPS adalah kependekan dari nominal pipe size, yaitu suatu ukuran nominal yang digunakan untuk membedakan pipa.

Kembali mengenai flange, pembagian jenis flange beradarkan NPSnya kita akan mengenal ukuran ½”, ¾”, 1”, 2” … 10”, 12”… 24” dan seterusnya, mengikuti ukuran dari pipa yang akan di pasangkan flange. Saya tidak mebahasnya secara detail pembagian jenis flange ini karena cukup mudah untuk dipahami.

Pertanyaan selanjutnya, Kalau memang flange di bedakan beradarkan NPSnya, apakah flange dibedakan juga melalui schedule nya seperti halnya pipa? ternyata tidak, hanya flange jenis weldneck lah yang memiliki schedulue.

Berdasarkan ansi, flange dibedakan jenisnya menjadi :

1. Flange Tipe Weldneck

Weldneck flange, flange jenis ini memiliki ciri yang amat ketara yaitu penyambungan flangenya mengunakan las. Flange jenis ini biasa dan paling banyak digunakan dalam sebuah plant, karena sifatnya mudah untuk disambungkan dengan pipa. Flange jenis ini dapat digunakan untuk pressureyang tinggi, baik untuk temperature rendah atau tinggi.

2. Flange Tipe Slip-on dan Lap Joint

Untuk tipe flange slip–on, sebenarnya hampir mirip bentuknya dengan jenis flange lap joint. Kedua jenis flange ini sama sama memasukan pipa utamanya ke dalam flange, bedanya kalau slip on si pipa tidak sampai keluar dari flange, sedangakan tipe lap joint, ada sisi pipa yang keluar dari flange, dan sisi samping dalam flangenya pun biasanya radial.

Dalam slip on, flange hanya masuk sebagain, sisi luar dan dalamnya akan di las. Oleh karena si pipa itu masuk ke dalam flange, maka diametar dalam slip on harus lebih besar daripada diameter outside si pipa, lihat gambar di bawah.

Dalam beberapa literatur, slip opening ada yang menyebutnya dengan sleeve opening.

Untuk lap joint flange sendiri, jenis flange ini biasanya digunakan untuk pipa yang sering dibongkar, atau di dimana fluida tidak diperkenankan kontak dengan las lasan atau tipe penyambungan lainya. Karena pipa ini tidak di las, maka penyambungannya dapat di puntir tanpa memikirkan posisi
bautnya. Jenis flange ini tidak bisa disarankan untuk pressure yang tinggi.

3. Flange Tipe Threaded (ulir)

Seperti namanya, jenis flange ini memiliki tipe penyambungan mengunakan ulir. Biasanya digunakan untuk system yang sangat rawan kebakaran kalau mengunakan las, disamping itu flange tipe ini harganya lebih murah.

4. Flange Tipe Soket

Soket flange, jenis flange ini mirip dengan slip on, hanya saja pada sisi terluar dari flange terdapat tahanan yang menyebabkan pipa yang dimasukan ke dalamnya tidak tembus.

5. Reducing Flange

Reducing flange, jenis flange yang satu ini memiliki fungsi untuk mengabungkan pipa yang memiliki diameter berbeda.

6. Blind Flange

Blind flange adalah jenis flange yang berfungsi untuk menutup aliran, seperti halnya cap dalam fitting. Jenis flange ini rata, tidak ada apapanya karena memang berfungsi untuk menutup.

Lalau kenapa aliran itu di tutup? Bisa jadi pipa yang di tutup alirannya di maksudnya untuk dilakukan maintenance kemudian hari, atau memang aliran itu di tutup untuk akeses manusia. Untuk akeses manusia? Iya, seperti dalam nozzle, biasanya ada manhole yang di tutup dengan blind flange.

 

Untuk pemesanan dapat klik disini
Lokasi kami: